post

Pilot Project Pelabuhan Murhum Baubau

Guna meningkatkan keselamatan serta keamanan pelayaran dan mutu pelayanan di pelabuhan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sudah menetapkan 6 lokasi pelabuhan percontohan (pilot project) penegakan hukum di bidang pelayaran serta pelayanan publik.

Salah satu pelabuhan percontohan yang terus berbenah ialah Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas I Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelabuhan ini mulai mempersiapkan Sistem Prosedur Pelayanan Penumpang serta Angkutan benda dan angkutan penumpang serta kendaraan (RoRo).

Dikala ini, bagi Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas I Bau-Bau, Subagiyo, terdapat beberapa hal yang tengah serta sudah dilaksanakan. "Kami telah melaksanakan sosialisasi serta rapat koordinasi dengan para stakeholder antara lain terpaut penggunaan e-ticketing," jelas Subagiyo di BauBau.

Bagi Subagiyo, pemasangan perlengkapan e-ticketing, toll gate, x-ray serta yang lain telah dilaksanakan setelah sebelumnya dicoba pergantian tata letak supaya lebih strategis penempatannya. Dengan dilaksanakannya, sehingga nantinya di Pelabuhan Murhum Baubau ada zona publik, zona terbatas, serta zona steril.

Dikala ini terdapat 2 operator yaitu PT. Pelni pada 10 unit kapal dengan rute tujuan Baubau serta PT. Dharma Lautan Utama sebanyak 1 unit kapal yang telah siap serta sudah melakukan implementasi e-ticketing secara konsisten. Sedangkan 2 operator swasta yakni PT. Dharma Indah serta PT. Uki Raya Shiping saat ini sedang melaksanakan penggunaan e-ticketing bersama Marlin Booking, selanjutnya akan disusul Wahyu Samudra Timur (WST) dan Harapan Mujur.

Sedangkan itu, beberapa waktu yang kemudian, pemakaian perlengkapan x-ray yang saat ini telah terpasang di Pelabuhan Murhum Baubau diuji coba. "Keberadaan x-ray yang telah terpasang kurang lebih 3 minggu lalu di depan pintu masuk ruang terminal penumpang tersebut masih tahap disosialisasikan kepada warga yang hendak bepergian lewat jalan transportasi laut," ucap Subagiyo.

Dia berkata, pemasangan x-ray serta auto gate di pelabuhan Murhum Baubau ialah salah satu apresiasi pemerintah pusat dalam perihal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dengan memilah pelabuhan Murhum Baubau selaku salah satu dari 6 pilot project pelabuhan.

Dalam uji coba perlengkapan yang ditangani oleh operator yang sudah menjajaki pendidikan serta bersertifikasi khusus tersebut, kata Subagiyo, ditemui beberapa benda bawaaan penumpang yang dikira barang beresiko seperti senjata tajam, minuman keras serta Bahan Bakar Minyak (BBM) yang telah terkemas apik.

Walaupun langkah dini sosialisasi tersebut terdapat hal kontra serta ada kekurangan, baginya, mungkin itu sebab warga belum terbiasa, akan tapi timnya senantiasa terus melaksanakan evaluasi secara bertahap dengan upaya meminimalisasi terdapatnya beberapa barang beresiko yang hendak dibawa naik ke atas kapal.

Ada pula penggunaan x-Ray di Pelabuhan Murhum Baubau memperoleh apresiasi dari Polres Baubau, Dishub Kota Baubau, Balai Karantina Kelautan serta Perikanan Kota Baubau serta Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Baubau.

Dikala ini, kapal yang beroperasi di Pelabuhan Murhum Baubau terdapat sebanyak 52 unit armada. Sebanyak 20 unit antara lain ialah kapal penumpang serta sisanya 32 unit bukan kapal penumpang.

Sebagai data, ada pula 5 pelabuhan percontohan yang lain buat penertiban serta penegakan hukum di bidang pelayaran antara lain Pelabuhan Muara Angke / Kaliadem, Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjung Pinang, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Tarakan, serta Pelabuhan Tulehu Ambon.

Pengecekan dan pemesanan tiket pun kini sudah bisa secara online, tidak perlu repot mendatangi pelabuhan hanya untuk mengecek jadwal kapal maupun antre memesan tiket kapal. Semua kini sudah semakin mudah dengan Aplikasi dari Marlin Booking. Aplikasi sudah dapat didownload di App Store maupun PlayStore.

Download App : Android - Apple

|| Baca Juga: Tutorial cara menggunakan Aplikasi Marlin Booking

Share this post :

Add Comment


Recent Comments