post

Liburan di Bali Saat Ramadhan? Ini 13 Makanan Khas Bali yang Cocok untuk Menu Buka Puasa

Makanan Khas Bali yang Patut Dicicipi Sebagai Menu Berbuka


Liburan di Bali enaknya juga mencicipi makanan khas di sana. Hal ini karena Bali memiliki beragam makanan lezat yang sayang untuk dilewatkan. Jika Anda seorang pecinta kuliner atau foodies, wisata kuliner di Bali dijamin tidak akan mengecewakan.


Sambal matah misalnya, menjadi sambal asal Bali yang dikenal akan cita rasa dan pedasnya. Jika Anda sedang liburan di Bali saat bulan Ramadhan, sebaiknya juga berbuka puasa dengan menu khas Bali.


Selain sambal matah, apa saja sih makanan khas Bali yang wajib dicoba untuk buka puasa? Yuk, simak daftar kuliner khas Bali berikut ini.


1. Ayam Betutu


(Instagram/@lina_wijayaa)

Ayam betutu merupakan hidangan ayam berisi bumbu, lalu dipanggang dalam api sekam. Menurut tradisi Bali, Betutu disajikan saat upacara keagamaan atau upacara adat. Namun, kini hidangan ini juga banyak dijual di berbagai tempat makanan.


Karena kelezatannya, masakan khas ini menjadi yang terpopuler di Bali. Penikmatnya kini tidak hanya warga dan wisatawan lokal, namun juga wisatawan mancanegara.


2. Sate Lilit Bali


(Instagram/@susie.agung)

Sate lilit ialah sate asal Bali. Daging yang digunakan untuk sate lilit bisa babi, ikan, ayam, dan daging sapi. Bahkan, terkadang menggunakan daging kura-kura yang telah dicincang. Kemudian, dicampur dengan parutan kelapa, santan, jeruk nipis, bawang merah, dan merica. Setelahnya, daging cincang akan dilekatkan dengan bambu atau tebu, baru dipanggang di atas arang. Tusuk satenya cukup unik, karena berbentuk datar dan lebar. Wah, bikin penasaran ingin mencoba, bukan?


3. Blayag Raja


(Instagram/@madewedastra)

Di Bali, Blayag adalah ketupat alias lontong yang dibungkus dengan janur. Hidangan ini mirip dengan lontong pecel atau gado-gado. Namun, cita rasanya unik karena tidak memakai saus kacang. Sajiannya dilengkapi dengan telur, ayam suir, taoge/lawar, dan sambal. Kemudian, disiram dengan kuah bersantan mirip kuah kare. Tak hanya itu saja, ada taburan kedele goreng yang menambah kenikmatan. Rasanya campuran antara gurih, manis, dan pedas.


4. Babi Guling


(Instagram/@starsorb)

Perlu dicatat, bahwa makanan ini 100% tidak halal. Tapi bagi Anda penikmat daging babi, hidangan Babi Guling khas Bali patut dicoba. Dalam membuatnya, daging babi diisikan bumbu dan sayuran seperti daun ketela pohon. Selanjutnya, daging dipanggang sambil diguling-gulingkan hingga matang.


Menurut tradisi, daging giling disajikan pada upacara adat maupun keagamaan. Tetapi, seiring perkembangan hidangan ini juga dijual di warung-warung, rumah makan, hingga hotel di Bali. Biasanya, daging guling juga disantap bersama nasi lawar. Nama lainnya yang populer di Bali ialah be guling.


5. Nasi Campur Ayam Bali


Nasi campur ayam Bali adalah masakan khas Bali yang akan membuat perut Anda kenyang.  Hidangan ini dapat berupa nasi putih, sate lilit, kacang goreng, lawar, pepes ikan, ayam sisit, urap, telur, udang bumbu Bali, ares, dan sambel matah khas Bali.

Harganya juga cukup terjangkau, sekitar 10.000 hingga 30.000. Hampir di setiap sudut jalan Bali bisa Anda temukan.


6. Lawar Kuwir


(Instagram/@haytien.04)


Lawar Kuwir ialah makanan khas Bali yang terdiri dari campuan sayur-sayuran dan daging cincang. Biasanya, lawar kuwir dipakai sebagai lauk pauk dengan nasi. Lawar Kuwir banyak yang memakai daging babi, namun ada juga yang memakai daging bebek. Tak sedikit warung di Bali yang menyediakan hidangan ini. Sehingga, tidak sulit untuk menemukan makanan ini di seantero Bali.

7. Nasi Jinggo Bali


(Instagram/@koh_aming)

Jika kamu mencari masakan khas Bali yang terjangkau sekaligus mengenyangkan, nasi jinggo harus Anda coba. Menu merakyat ini penyajiannya cukup sederhana. Biasanya, nasi jinggo dibungkus dengan daun pisang. Lalu, dilengkapi dengan telur, suwiran ayam, sambal, serundeng, dan lauk pelengkap lainnya.

Anda bisa membeli nasi jinggo bali di pinggir jalan kota Denpasar. Saat acara adat atau keagamaan, hidangan ini pun sering disajikan. Harganya bervariasi, tergantung tempat makan yang menjualnya. Tapi, rata-rata nasi jinggo berharga sekitar 4 ribu hingga 5 ribu rupiah.


Konon, nama 'jinggo' berasal dari Bahasa China yang artinya Rp. 1500 sesuai dengan harga awalnya dulu saat sebelum krisis moneter. Ada juga yang menyebut bahwa nasi ini dulu dijual di pinggir jalan dan dicari pengendara motor saat malam hari yang sering disebut 'jagoan'.


8. Serombotan


(Instagram/@balinesespicemagic_restaurant)

Serombotan ialah kuliner khas Bali yang terjangkau namun lezat. Hidangan ini berupa sayuran dengan bumbu yang pedas. Sayurannya bisa berupa kangkung, kacang panjang, tauge, dan pare. Untuk menghidangkannya, ditaburi parutan kelapa sangrai dan kacang hijau goreng.